Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia (PTBMMKI) Wilayah 5 menggelar kegiatan Ground Campaign dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard, Makassar, Sabtu, 26 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat melalui edukasi langsung berbasis praktik.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 WITA ini melibatkan sejumlah tim bantuan medis mahasiswa dari berbagai fakultas kedokteran. Edukasi difokuskan pada penanganan awal luka bakar dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan metode interaktif yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Pelaksanaan Ground Campaign HKBN 2026 dilakukan secara serentak di berbagai wilayah di Indonesia. Di Makassar, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.
Koordinator kegiatan, Hafizhah Aulia Ibrahim, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan penanganan awal kondisi darurat. "HKBN menjadi momentum bagi kami PTBMMKI untuk menghadirkan edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa luka bakar dipilih sebagai fokus utama karena sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. "Kami ingin masyarakat memiliki keberanian dan kemampuan untuk melakukan pertolongan pertama secara tepat, terutama pada kasus luka bakar yang sering terjadi di sekitar kita," kata Hafizhah.
Menurut Hafizhah, pendekatan praktik langsung dinilai lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Ia menjelaskan bahwa simulasi sederhana memungkinkan peserta untuk terlibat aktif dan memahami langkah penanganan secara benar.
Kegiatan ini dikemas melalui berbagai metode edukasi, mulai dari demonstrasi penanganan luka bakar sesuai prinsip medis hingga simulasi yang melibatkan masyarakat. Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai Bantuan Hidup Dasar sebagai langkah awal dalam kondisi kegawatdaruratan.
Ketua Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (TBM FK Unismuh), Akmal Bantun, menyebut partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. "Partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kedokteran dalam pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa TBM FK Unismuh berperan sebagai penanggung jawab logistik selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, peran tersebut penting untuk memastikan kelancaran kegiatan di lapangan.
Selain TBM FK Unismuh, kegiatan ini juga melibatkan TBM Avidity Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa (FK Unibos), TBM 110 Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI), dan TBM An-Nafis Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (FK UIN). Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antar mahasiswa kedokteran dalam kegiatan kemanusiaan.
Para peserta CFD yang mengikuti kegiatan tampak antusias mengikuti setiap sesi edukasi. Mereka terlibat langsung dalam simulasi dan aktif bertanya terkait penanganan kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, PTBMMKI Wilayah 5 menekankan pentingnya menghindari praktik penanganan luka bakar yang tidak sesuai standar medis. Edukasi ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat agar lebih tepat dalam memberikan pertolongan pertama.
Kegiatan Ground Campaign HKBN 2026 di Makassar ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Program serupa direncanakan akan terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa kedokteran dalam bidang kesehatan dan kebencanaan.
Reporter : Divisi Redaksi