MAKASSAR – Semangat sportivitas dan kompetisi kembali memanaskan atmosfer mahasiswa kedokteran. Medical Sport Unismuh (MSU) kembali menggelar turnamen bergengsi tahunannya, Faisal Majied Cup (FMC) Vol. III. Hadir dengan skala yang lebih besar, ajang kompetisi ini menjadi pembuktian komitmen panitia dalam menghadirkan panggung olahraga yang spektakuler.
Berlangsung pada pertengahan Agustus, FMC Vol. III membagi panggungnya ke dalam dua cabang perlombaan populer: E-sports Mobile Legends (ML) dan Futsal. Pertandingan Mobile Legends lebih dulu memanaskan tensi pada 15-16 Agustus di Warkop Aspirasi, disusul oleh gemuruh suporter Futsal sebagai puncak acara pada 18-19 Agustus.
Ketua Panitia FMC Vol. III, Ihsan, mengungkapkan bahwa edisi ketiga ini dirancang agar jauh lebih menonjol dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Daya tarik utamanya, kami buat lebih megah dibanding FMC tahun-tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari pemilihan lokasi futsal di GOR Sudiang dan persiapan panitia yang kami matangkan semaksimal mungkin," ujar Ihsan.
Di balik kemegahan yang tersaji, proses persiapan FMC Vol. III menyimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Ketua Umum MSU, Ikhlas, membeberkan bahwa target awal turnamen ini sebenarnya dirancang untuk menyasar peserta berskala nasional.
Panitia bahkan telah mengambil langkah taktis dengan menggandeng Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI)—organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di Indonesia—guna memperluas jangkauan peserta.
"Target awal kami sebenarnya mau keluar (skala nasional). Kami sudah mencoba mengundang peserta dari luar daerah. Panitia juga telah memikirkan daya tariknya, yaitu dengan menyiapkan hadiah yang besar dibandingkan event-event lomba lainnya," jelas Ikhlas.
Panitia bahkan proaktif menawarkan solusi terkait tempat tinggal dan akomodasi bagi calon pendaftar. Sayangnya, realita biaya hidup dan akomodasi perjalanan ke Makassar menjadi tembok penghalang bagi banyak calon peserta luar daerah. Menjelang hari pelaksanaan, panitia pun dengan lapang dada harus melepaskan target peserta nasional tersebut.
Meski target peserta dari luar daerah urung terwujud, kerja keras kepanitiaan FMC Vol. III tetap membuahkan hasil manis di sektor lain. Berkat antusiasme dan lobi yang kuat, panitia berhasil menggandeng barisan sponsor besar untuk menyukseskan jalannya acara.
Ihsan dan Ikhlas sepakat bahwa dinamika kepanitiaan adalah ujian sesungguhnya. "Kalau tantangan pasti ada. Yang paling berat itu pertama soal dana, kedua kuantitas peserta, dan ketiga tentunya mempertahankan kerja sama tim yang kompak," ungkap Ikhlas.
Senada dengan hal tersebut, Ihsan menuturkan bahwa mencari peserta menjadi tantangan yang cukup menguras energi. "Melihat usaha dan persiapan FMC yang sangat matang ini, kami sebenarnya sangat berharap jumlah peserta yang mendaftar bisa jauh lebih banyak," tambah Ihsan yang juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran panitianya.
Tak lupa pula demi kelancaran dan suksesnya kegiatan ihsan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada koster, steering committee dan juga kepada kakak-kakak seniornya yang selalu memberikan arahan selama kegiatan berlangsung.
Ke depannya, evaluasi dari FMC Vol. III akan menjadi batu loncatan yang berharga bagi MSU. Semangat untuk membawa nama FK Unismuh ke kancah yang lebih luas belum padam.
"Harapan saya untuk FMC selanjutnya bisa lebih baik dibanding tahun ini. Dan semoga, FMC ke depannya bisa benar-benar mendatangkan peserta dari Fakultas Kedokteran di luar Sulawesi Selatan," tutup Ihsan penuh optimisme.
Tim Reporter : Danu Satrio Ajj