GOWA – Asian Medical Students' Association Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar (AMSA-FKIK Unismuh) menggelar kegiatan Calcitonin 2026 di Kampus 2 FK Unismuh Samata pada Sabtu–Minggu, 11–12 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa angkatan 2025 dan 2024 untuk memperkuat pemahaman akademik serta keterampilan klinis menjelang Clinical Skills Laboratory (CSL) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Kegiatan dibuka pada pukul 07.30 WITA dan terlaksana melalui kerja sama AMSA-FKIK Unismuh dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Makassar (FKIK Unismuh) yang menyediakan preparat sebagai sarana pendukung proses pembelajaran. Selama dua hari, peserta mengikuti pelatihan keterampilan klinis dan pendalaman materi sesuai blok CSL yang sedang dijalani.
Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sesi utama berupa pelatihan praktik dan pembahasan materi CSL 1 serta CSL 3. Peserta memperoleh pendampingan langsung dari mahasiswa senior yang membimbing teknik pemeriksaan dan keterampilan klinis sesuai standar pembelajaran.
Project Officer Calcitonin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran praktik di laboratorium keterampilan klinis. "Kami berharap peserta angkatan 2025 dapat memperoleh gambaran pada saat CSL dan keterampilan klinis serta siap menghadapi OSCE nantinya. Diharapkan kegiatan Calcitonin ini dapat menambah wawasan menghadapi CSL," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa angkatan 2024 tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga memperoleh kesempatan memperdalam kembali materi yang telah dipelajari. Menurutnya, proses berbagi pengalaman antar mahasiswa menjadi salah satu nilai utama dalam kegiatan tersebut.
Representative AMSA-FKIK Unismuh menilai Calcitonin menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengasah kemampuan mengajar. "Calcitonin ini adalah wadah untuk teman-teman belajar dan mengasah skill. Teori tanpa praktek itu seperti kapal yang berlayar tanpa arah yang jelas," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa AMSA diharapkan menjadi tempat mahasiswa berkembang, tidak hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai pengajar bagi adik tingkat. Menurutnya, pengalaman membimbing peserta dapat meningkatkan kompetensi akademik sekaligus kemampuan komunikasi mahasiswa.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIK Unismuh mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. "Teman-teman diharapkan dapat belajar lebih jauh karena Calcitonin sudah diwadahkan untuk belajar, bukan hanya secara kognitif," ujarnya.
Ia turut membagikan pengalamannya ketika pernah mengikuti kegiatan serupa. Menurutnya, bekal yang diperoleh saat itu membuat pelaksanaan CSL dapat diselesaikan dengan lebih percaya diri dan lancar.
Dalam sambutannya yang mewakili Wakil Dekan III FKIK Unismuh, dr. Andi Sultan Pasha, S.Ked., menjelaskan bahwa kegiatan pembimbingan OSCE pada masa sebelumnya dikenal dengan nama Insomnia. Ia mengatakan program tersebut sejak dahulu menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa senior dan junior melalui proses belajar bersama.
"Persiapkan bahasa Inggris karena sekarang banyak wawancara dan kegiatan dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Salah satu wadah yang dapat dimasuki adalah AMSA. Semangat belajar dari AMSA sangat luar biasa," kata dr. Andi Sultan Pasha. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika selama menjalani pendidikan kedokteran. Menurutnya, nilai akademik yang tinggi tidak akan berarti apabila tidak diiringi sikap dan etika yang baik, sehingga setiap mahasiswa senior harus mampu menjadi teladan bagi juniornya.
Melalui pelaksanaan Calcitonin 2026, AMSA-FKIK Unismuh berharap kegiatan ini dapat terus menjadi sarana pembelajaran kolaboratif yang memperkuat kompetensi akademik, keterampilan klinis, dan karakter mahasiswa kedokteran. Program tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarangkatan sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi CSL, OSCE, dan tantangan profesi dokter di masa mendatang.