NTT — Tim Bantuan Medis (TBM) FK UNISMUH bersama peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Emergency Medicine turun langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.
Dalam pelaksanaan misi tersebut, tim didampingi oleh satu dokter Spesialis Emergency Medicine (Sp.EM) dan satu dokter Spesialis Anestesiologi (Sp.An). Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan dan kebutuhan medis masyarakat di wilayah terdampak.
Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi bersama tenaga kesehatan dan relawan setempat. Pelayanan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, penanganan medis, serta pelayanan mobile dengan mendatangi masyarakat secara langsung di beberapa titik terdampak.
Menurut Ketua TBM FK UNISMUH, Akmal Bantun, keberangkatan ini merupakan bentuk komitmen TBM untuk hadir dan mengambil peran dalam situasi kemanusiaan.
“Kami datang bukan hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga untuk hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Kami berharap kehadiran tim ini dapat memberikan manfaat, meskipun mungkin tidak dapat menjangkau seluruh kebutuhan yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Residen Emergency Medicine yang terlibat dalam misi tersebut menyampaikan bahwa kondisi di lapangan menjadi pengalaman berharga sekaligus pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.
“Di lapangan, kami belajar bahwa penanganan kegawatdaruratan tidak hanya membutuhkan kemampuan klinis, tetapi juga kerja sama, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi yang serba terbatas. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memberikan pertolongan yang tepat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Misi kemanusiaan ini menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa kedokteran, residen, dan dokter spesialis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.

Bagi seluruh tim, keberangkatan ke NTT bukan sekadar perjalanan untuk memberikan bantuan, tetapi menjadi bentuk nyata pengabdian dan kepedulian. Di tengah keterbatasan, hadir untuk membantu adalah bagian dari kemanusiaan.